Kamis, 06 Januari 2011

Batu Hitam Berdarah

Waktu pastinya saya sudah lupa. Namun yang pasti saya masih TK atau kelas I SD. Sekitar umur 5-6 tahun. Umur nakal-nakalnya saya menurut penuturan ibu. Saat itu, di rumah bagian depan, saya sedang asyik bermain. Pagi-pagi saatnya masuk sekolah, saya malah menggambar. Yu Mur kakaknya bapak saya, pernah mengajari menggambar bunga. Kebiasaan di keluarga besar saya, memanggil saudara itu tidak seperti umumnya. Adiknya bapak yang umumnya dipanggil Lek, namun kami tidak pernah memanggil Lek. Mbak menggantikan sebutan bu Lek, dan Mas menggantikan sebutan pak Lek. Mbah dipanggil Pak Tuwo untuk mbah kakung dan Mbok Tuwo untuk mbah putri. Yu Mur itu mestinya dipanggil bu Dhe.
Waktunya harus persiapan masuk sekolah, mandi makan dan lainnya, saya malah asyik sendiri menggambar bunga. Dengan kertas buram yang dibawa bapak dari kantor, saya membuat corat-coret yang masih sangat sederhana. Gambar bunga dengan tangkai di dalam pot. Gambar semacam itu terus saya buat. Sampai kemudian ibu muncul di belakang saya, menyuruh saya mandi dan segera berangkat sekolah. Namun saya selaku anak yang memiliki reputasi kenakalan yang cukup signifikan, seruan ibu itu kuanggap angin lalu. Saya meneruskan menggambar bunga itu. Ibu kembali ke dapur, saya masih asyik sendiri. Di dekat saya ada kacang rebus, sisa tadi malam di panci plastik. Melihat saya tidak ada reaksi positif, ibu datang lagi dan mengulangi perintahnya. Saya bergeming, dan tetap dengan keasyikan saya sendiri, menggambar. Tentu sikap saya memancing kemarahan ibu. Dengan gaya khas seorang ibu, maka keluarlah sabda darinya bla.bla.bla..Hingga pada sabda terakhir “ Kalau tidak mau sekolah saya buatkan surat untuk gurumu”. Saya masih bergeming.
Ibu masuk ke rumah dalam, mengambil secarik kertas dan ballpoin. Ibu menulis surat kepada guru saya. Saat menulis itu, ibu sambil membacakan isi suratnya. Isinya kurang lebih begini “Bu guru, ini Mawan sudah tidak mau sekolah lagi, maka tidak usah diberi pelajaran. Biar Mawan bermain saja tidak usah sekolah”. Mendengar isi surat yang sengaja dibaca dengan keras itu, saya jadi terusik. Saya bereaksi. Saya berdiri meninggalkan kertas-kertas yang saya gambari bunga itu. Surat tulisan tangan ibu itu saya ambil dan saya sobek-sobek. Melihat sikap saya, ibu marah dan bilang “Gampang, surat bisa ditulis lagi. Kalau kamu tidak mau sekolah ya sudah”. Ibu pergi, namun kacang yang ada di dekat saya, diambil dan dilemparkan ke kepala saya. Waktu itu saya diam saja, namun hati saya sangat marahnya. Ibu meninggalkan saya, mengambil sapu lidi, kemudian menyapu halaman sebagaimana biasa dilakukan di pagi hari.
Melihat ibu pergi ke halaman sedang menunduk memegang sapu lidi, saya beranjak dari tempat saya duduk. Saya keluar dari ruang depan. Entah setan mana yang hinggap di jasad saya saat itu. Saya mengambil batu yang tergeletak di tanah. Batu hitam sekepal itu saya lemparkan ke arah ibu yang masih menunduk menyapu. Lemparan asal dengan tenaga penuh itu ternyata sampai ke posisi ibu berdiri. Batu keparat itu tepat mengenai dahi ibu. Ibu berteriak “Aduh!”. Sambil memegang dahi, ibu mendongak. Saya melihat darah merah mengucur deras dari dahi ibu. Begitu melihat darah yang mengalir hingga ke leher itu saya menjadi panik. Saya lari entah ke mana saat itu, yang jelas menjauh dari ibu. Saya hanya sempat melihat ibu berjalan sambil memegang dahi, mendekat ke teras depan. Saya juga sempat melihat ibu ditolong oleh mbah Kaji. Ending kejadian itu saya tidak paham. Saya lupa. Saya berusaha mengingat dengan keras, namun juga tidak mampu merangkainya. Mestinya saya tanya ke ibu sebelum saya tulis ini. Namun itu belum sempat saya tanyakan. Tetapi apapun endingnya, yang jelas itu merupakan kejadian tragis ibu atas ulah saya. Untuk itu meskipun sudah lewat puluhan tahun silam, saya meminta maaf dengan sesungguhnya kepada ibu. Mungkin ibu sudah sejak dulu memaafkan saya, namun itu bagian dari masa kecil saya yang membekas di dahi ibu, bukan sekedar di hati saja.

1 komentar:

  1. Hotel Casinos - Mapyro
    Search for a casino in 당진 출장샵 Hwwy 김제 출장안마 35 in 구리 출장마사지 Wyandotte. See 1495 traveler reviews, 110 candid photos, and great 양산 출장마사지 deals for Wyandotte from $60 김제 출장마사지 to $65.

    BalasHapus